Pembuatan Vertical Garden Wall – Siapa sih yang tidak mempunyai impian untuk memiliki sebuah taman tapi lahan yang tersedia sangat terbatas? Hem, jangan khawatir dulu, vertical garden wall bisa jadi solusi yang tidak cuma hemat tempat, tapi juga estetik dan menyegarkan mata.
Sebuah tren pembuatan vertical garden wall ini memang lagi naik daun, terutama di kota-kota besar yang lahan hijaunya semakin sempit.
Nah, di artikel ini kita bakal kupas tuntas tentang apa itu vertical garden wall, manfaatnya, dan cara pembuatannya dari awal sampai jadi.
Apa Itu Vertical Garden Wall?
Secara sederhana, konsep dari pembuatan vertical garden wall atau taman vertikal adalah konsep berkebun di bidang vertikal, biasanya ditempelkan di dinding atau rangka berdiri.
Yang mana tanaman tumbuh naik ke atas, bukan menyebar ke samping. Biasanya dibuat dengan rak-rak tanaman, panel khusus, kantong tanam, atau bahkan sistem hidroponik.
Taman seperti ini cocok banget untuk kamu yang tinggal di sebuah apartemen, rumah mungil, atau bahkan kantor yang ingin suasana hijau tapi nggak punya banyak ruang.
Manfaat Pembuatan Vertical Garden untuk Sebuah Hunian
Sebelum kita masuk ke cara pembuatannya, yuk kita intip dulu manfaat dari vertical garden:
1. Hemat Ruang
Konsep vertical garden wall sangat sesuai untuk area balkon, dinding luar rumah, pagar, atau bahkan bagian dalam rumah.
2. Meningkatkan Estetika
Taman vertikal bisa jadi elemen dekoratif yang mempercantik hunian. Dinding yang tadinya kosong langsung berubah jadi “hidup”dan “menawan”.
3. Menyegarkan Udara
Pada dasarnya segala jenis tanaman tentu akan dapat membantu menyerap polutan dan menghasilkan oksigen. Udara jadi lebih segar.
4. Menurunkan Suhu Ruangan
Dinding yang tertutup tanaman akan terasa lebih sejuk dan adem karena pada dasarnya tanaman dapat menyerap panas dan memantulkan cahaya.
5. Mengurangi Kebisingan
Loh kok bisa? Ya tentu bisa, karena daun dan media tanam bisa meredam suara dari luar, hal ini sangat cocok untuk rumah yang dekat jalan raya.
Jenis Vertical Garden yang Bisa Kamu Coba

Ada beberapa jenis vertical garden yang umum digunakan terutama bagi Muzam Garden sebagai tukang taman Jogja, antara lain:
Pocket Garden (Kantung Tanam): Konsepnya menggunakan sebuah kantong kain atau plastik yang bisa diisi tanah dan tanaman.
Rak Bertingkat: Sistem rak vertikal dengan pot-pot tanaman, yang akan memberikan tampilan tanaman berjejer keatas.
Modular Panel: Sistem panel khusus yang berisi pot atau tempat tanam. Cocok untuk taman dinding yang lumayan agak besar.
Pipa PVC atau Botol Bekas: Solusi kreatif dan ramah lingkungan, yang dimana botol atau pipa diatur vertikal dan diisi berbagai jenis tanaman.
Living Wall (Tembok Hidup): Sistem yang pada dasarnya lebih kompleks dengan sistem irigasi otomatis dan struktur yang sangat kokoh.
Cara Membuat Vertical Garden Wall Sendiri
Kalau kamu pengen bikin sendiri vertical garden wall di rumah, tenang, nggak harus mahal dan ribet kok. Berikut langkah-langkah umum yang bisa kamu ikuti:
1. Tentukan Lokasi dan Ukuran
Pertama, kamu harus tentukan dulu di mana taman vertikalmu akan dipasang. Bisa di luar rumah (dinding pagar, dinding teras), atau di dalam rumah (ruang tamu, dapur, balkon). Pastikan tempat tersebut:
- Terkena sinar matahari cukup (minimal 4-6 jam jika pakai tanaman yang butuh cahaya).
- Tidak terlalu lembap jika di dalam ruangan.
- Dinding cukup kuat menopang beban tanaman dan media tanam.
2. Pilih Struktur atau Media Penyangga
Untuk tahap persiapan bahan materialnya sendiri, maka kamu bisa menggunakan:
Rak kayu atau besi: Cocok untuk gaya industrial atau rustic.
Papan kayu daur ulang: Estetik dan ramah lingkungan.
Kantong kain geotekstil: Praktis dan mudah dipasang.
Pipa PVC berlubang: Bisa dirancang bertingkat dan cocok untuk sayuran kecil.
Untuk pemula, gunakan sebuah rak bertingkat atau kantong tanam biasanya paling mudah dibuat dan dirawat.
3. Siapkan Sistem Drainase
Hal yang sering dilupakan adalah sistem drainase. Tanaman butuh air, tapi juga butuh aliran yang baik agar akarnya tidak membusuk. Pastikan:
Pot atau kantong tanam punya lubang di bagian bawah.
Kemudian kamu wajib tambahkan kerikil atau batu apung di dasar media tanam.
Jika memungkinkan, kamu bisa pasang talang kecil untuk menampung air sisa siraman.
4. Pilih Tanaman yang Cocok
Pemilihan tanaman penting banget. Pilih tanaman yang sesuai dengan lokasi, cahaya, dan kelembapan lingkungan. Beberapa tanaman yang cocok untuk vertical garden antara lain:
Untuk lahan outdoor:
Sirih gading
Lidah mertua
Begonia
Lili paris
Pakis boston
Philodendron
Bayam merah atau kangkung (jika ingin edible garden)
Untuk vertical garden area indoor:
Pothos
Monstera
English ivy
Spider plant
Fittonia
5. Siapkan Media Tanam
Media tanam yang kamu gunakan harus ringan tapi tetap bisa menyimpan air dan nutrisi. Untuk detailnya campuran yang umum digunakan seperti:
Tanah taman + kompos + sekam bakar
Cocopeat + perlite + pupuk organik
Untuk selanjutnya yang kamu harus pastikan adalah saat menaruh media tanam usahakan tidak terlalu padat agar akar tanaman mudah tumbuh.
6. Menanam dan Menyusun Tanaman
Setelah semuanya siap, waktunya menanam. Tipsnya:
Tanam dari bawah ke atas agar struktur tidak goyang.
Lalu kamu bisa mencampurkan jenis tanaman daun dengan tanaman bunga agar terlihat menarik.
Tanaman menjuntai (seperti sirih gading) bisa ditempatkan di bagian atas untuk efek “air terjun hijau”.
7. Perawatan Rutin
Taman vertikal memang cantik, tapi tetap butuh perawatan:
Penyiraman: Idealnya 1–2 kali sehari, tergantung cuaca. Gunakan sprayer atau sistem drip irrigation jika bisa.
Pemupukan: Berikan pupuk organik cair setiap 2 minggu.
Pemangkasan: Potong daun-daun kering atau tanaman yang terlalu rimbun agar tetap rapi.
Penggantian tanaman: Beberapa tanaman bisa cepat tumbuh dan usang, jadi perlu diganti setiap beberapa bulan.
Tips Tambahan agar Pembuatan Vertical Garden Wall Awet
Dalam rencana kamu dalam pembuatan vertical garden wall tentu mengharapkan jika taman tersebut awet selama bertahun-tahun.

Maka kami berikan sebuah tips agar taman vertical garden kamu tahan lama keindahannya.
Berikut tips yang simpel, easy dan menyenangkan:
Hal pertama yakni gunakan cat anti air untuk melapisi bagian belakang struktur agar dinding tidak lembap.
Kemudian kamu juga bisa memasang lampu grow light jika taman diletakkan di ruangan kurang cahaya.
Ada baiknya kamu jangan gunakan pot yang terlalu besar agar beban tidak berlebihan.
Penutup
Vertical garden wall bukan cuma solusi kreatif untuk keterbatasan lahan, tapi juga cara menyuntikkan “nafas hijau” ke dalam hunian kita. Dengan desain yang tepat dan perawatan yang rutin, taman vertikal bisa jadi daya tarik utama di rumahmu.
Nggak perlu jadi ahli taman Jogja untuk memulainya, yang penting niat, sedikit kreativitas, dan cinta pada tanaman. Yuk, mulai hijaukan dinding rumahmu dari sekarang!
Jika kamu tertarik, bisa juga kombinasikan saat pembuatan vertical garden wall dengan elemen lain seperti lampu taman mini, tempat duduk santai, atau hiasan dinding. Rumah jadi makin nyaman, pikiran pun lebih rileks. Siap jadi tukang kebun rumahan yang estetik?
Konsultasi Gratis | Area Jogja, Klaten dan Sekitarnya.
Hubungi Muzam Garden Jasa Pembuatan Taman Jogja
_________________________
WhatsApp: (+62) 858-7863-5303
Telp: +62 858-7863-5303
Instagram: @jasa_taman.jogja
_________________________
✓ Free Konsultasi
✓ Bebas Custom Design
✓ Free Pembuatan RAB
✓ Fast Respon & Solutif
✓ Harga Kompetitif
✓ Garansi + Maintenance 1 bulan
Tunggu apalagi segera hubungi Muzam Garden Jasa Taman Terbaik Jogja.!




