Tanaman untuk Vertical Garden

8 Jenis Tanaman untuk Vertical Garden: Perpaduan yang Menghijau

Tanaman untuk Vertical Garden – Vertical garden atau taman vertikal kini makin banyak dilirik, terutama oleh mereka yang tinggal di perkotaan dengan lahan terbatas.

Selain mempercantik tampilan rumah atau tembok yang membosankan, vertical garden juga berperan dalam menciptakan udara yang lebih segar, mengurangi panas, hingga meningkatkan suasana hati.

Tapi tunggu dulu, nggak semua tanaman cocok untuk vertical garden, lho! Dalam artikel ini, kita akan bahas tuntas jenis-jenis tanaman untuk vertical garden, tips merawatnya, hingga inspirasi penataan yang bikin rumah makin kece.

Yuk, kita mulai!

Kenapa Memilih Vertical Garden?

Sebelum masuk ke jenis tanaman, kita kenalan dulu dengan konsep vertical garden itu sendiri. Vertical garden adalah metode bercocok tanam secara vertikal, dan biasanya di dinding atau permukaan tegak lainnya, dengan bantuan wadah, kantong tanam, rak, atau sistem hidroponik.

Manfaat utama vertical garden:

Menghemat Ruang: Ideal buat rumah mungil atau apartemen.

Menambah Estetika: Dinding yang biasa aja bisa berubah jadi spot Instagramable.

Meningkatkan Kualitas Udara: Tanaman membantu menyerap polusi dan menghasilkan oksigen.

Mengurangi Panas: Dinding yang ditutupi tanaman akan terasa lebih sejuk.

Mudah Dirawat: Banyak tanaman vertikal yang perawatannya nggak ribet.

Baca juga: Rekomendasi Lampu Taman Terbaik: Bikin Taman Makin Cantik di Malam Hari

8 Jenis Tanaman untuk Vertical Garden: Perpaduan yang Menghijau

Nah, sekarang saatnya kita bahas tanaman-tanaman yang paling cocok untuk vertical garden. Yang mana dalam pemilihan jenis tanaman untuk vertical garden ini termasuk hal yang sangat krusial.

Tanaman untuk Vertical Garden 2
Tanaman untuk Vertical Garden

Hal ini karena khusus untuk konsep taman ini sangat dibutuhkan jenis dan klasifikasi tanaman yang cocok untuk lahan pada bidang vertikal. Jadi jangan asal pilih tanaman ya guys!

Untuk lengkapnya catat, ya!

1. Sirih Gading (Epipremnum aureum)

Sirih gading adalah salah satu bintang vertical garden. Tanaman untuk vertical garden ini akan merambat cantik dengan daun berbentuk hati dan warna hijau kekuningan yang mencolok. Selain cantik, sirih gading juga kuat dan mudah dirawat.

Kelebihan:

Tahan terhadap kondisi cahaya rendah.

Cepat tumbuh dan mudah dikembangbiakkan.

Bisa membersihkan udara dari polutan.

Tips Perawatan:

Siram 2–3 kali seminggu.

Jangan terlalu sering dijemur langsung di bawah matahari.

2. Lidah Mertua (Sansevieria)

Namanya memang cukup galak, tapi lidah mertua justru sangat ramah untuk vertical garden. Tanaman ini terkenal karena kemampuannya menyerap polusi dan menghasilkan oksigen, bahkan di malam hari.

Kelebihan:

Tahan kekeringan.

Tidak perlu banyak cahaya.

Cocok untuk area indoor maupun outdoor.

Tips Perawatan:

Siram seminggu sekali.

Gunakan media tanam yang cepat kering seperti pasir atau sekam.

3. Paku Boston (Nephrolepis exaltata)

Kalau kamu ingin nuansa yang lebih tropis, paku boston bisa jadi pilihan. Tanaman untuk vertical garden ini punya daun melengkung yang rimbun dan memberi kesan segar.

Kelebihan:

Bentuknya indah dan dramatis.

Suka tempat teduh dengan kelembapan tinggi.

Cocok untuk balkon atau dinding teras.

Tips Perawatan:

Siram secara rutin, jangan sampai media tanam kering total.

Semprot daun dengan air untuk menjaga kelembapan.

4. Peperomia

Peperomia hadir dengan berbagai variasi bentuk dan warna daun, ada yang bulat, lonjong, bergelombang, bahkan bertekstur. Ukurannya kecil, jadi cocok banget untuk taman vertikal dengan pot mini.

Kelebihan:

Warna dan tekstur daun menarik.

Cocok untuk indoor karena tidak butuh cahaya terang.

Perawatannya mudah.

Tips Perawatan:

Siram saat media mulai kering.

Jangan terlalu basah karena bisa membusuk.

5. Sukulen dan Kaktus Mini

Siapa bilang vertical garden harus selalu hijau dan rimbun? Kalau kamu suka sesuatu yang lebih minimalis, koleksi sukulen dan kaktus mini bisa jadi pilihan menarik.

Kelebihan:

Hemat air dan perawatan.

Tampilannya unik dan beragam.

Cocok untuk vertical garden bergaya modern.

Tips Perawatan:

Gunakan media yang porous (berpori)

Letakkan di area yang cukup sinar matahari.

6. Tradescantia (Moses-in-the-cradle)

Tanaman ini punya daun dengan perpaduan warna ungu, hijau, dan perak yang sangat cantik. Sangat cocok untuk menambah aksen warna di vertical garden kamu.

Kelebihan:

Daun berwarna mencolok.

Tumbuh cepat dan merambat indah.

Cocok untuk area setengah teduh.

Tips Perawatan:

Siram secara rutin, tapi jangan sampai tergenang.

Pangkas jika terlalu panjang agar rapi.

7. Philodendron

Philodendron termasuk tanaman tropis yang sangat disukai untuk dekorasi rumah. Tanaman untuk vertical garden yang satu ini mempunyai daun lebar yang mengkilap dan mudah tumbuh menjuntai.

Kelebihan:

Tumbuh subur dengan cahaya tidak langsung.

Banyak varian bentuk dan warna daun.

Menyerap racun di udara.

Tips Perawatan:

Siram saat permukaan tanah mulai kering.

Bersihkan daun agar tetap mengilap.

8. Bayam Merah Hias & Selada Hias

Kalau kamu ingin vertical garden yang bukan cuma cantik tapi juga edible, bayam merah hias dan selada hias adalah jawabannya. Bisa jadi kebun mini di dinding rumah.

Kelebihan:

Cantik sekaligus bisa dipanen.

Tumbuh cepat dan tidak makan tempat.

Cocok untuk sistem hidroponik atau rak tanam.

Tips Perawatan:

Pastikan mendapat cukup sinar matahari.

Beri nutrisi atau pupuk cair secara rutin.

Baca juga: Jual Kamboja Fosil untuk Perindang Taman: Cantik, Unik, dan Sarat Karakter

Tips Menyusun Vertical Garden

Punya tanaman oke saja belum cukup. Penataan juga penting agar tampilannya maksimal. Berikut tips menyusun vertical garden yang bisa kamu coba:

1. Gunakan Struktur yang Kuat

Hal pertama yang musti kamu perhatikan yakni pastikan dinding atau rangka tanam mampu menopang beban pot dan tanah. Kemudian kamu sebaiknya juga menggunakan rak besi, kayu tahan air, atau sistem wall pocket dari kain geotekstil.

2. Kelompokkan Tanaman Sesuai Kebutuhan

Langkah selanjutnya adalah kamu jangan mencampur tanaman yang butuh banyak air dengan yang tidak suka basah. Kelompokkan berdasarkan kebutuhan cahaya dan air.

3. Kombinasikan Bentuk dan Warna

Agar tidak monoton, padukan tanaman daun kecil dengan daun besar, atau warna hijau dengan ungu, perak, atau kuning.

4. Perhatikan Sistem Drainase

Pastikan setiap pot memiliki lubang pembuangan agar air tidak menggenang. Kamu juga bisa pakai sistem irigasi tetes otomatis kalau ingin praktis.

Penutup

Vertical garden bukan cuma solusi bagi keterbatasan ruang, tapi juga bisa jadi elemen dekoratif yang keren dan menyenangkan.

Kamu bebas bereksperimen dengan berbagai jenis tanaman untuk vertical garden, baik yang rimbun, unik, maupun bisa dimakan. Yang penting, sesuaikan dengan kondisi lingkungan dan waktu perawatan yang kamu punya.

Dengan sentuhan kreativitas dan ketelatenan, dinding rumah bisa berubah jadi taman mini yang menawan. Yuk, mulai vertical garden pertamamu hari ini!

Konsultasi Gratis  | Area Jogja, Klaten dan Sekitarnya.

Hubungi Sekarang
_________________________

WhatsApp: (+62) 858-7863-5303
Telp: +62 858-7863-5303
Instagram: @jasa_taman.jogja
_________________________
✓ Free Konsultasi
✓ Bebas Custom Design
✓ Free Pembuatan RAB
✓ Fast Respon & Solutif
✓ Harga Kompetitif
✓ Garansi + Maintenance 1 bulan

Tunggu apalagi segera hubungi Jasa Vertical Garden Jogja.!

Scroll to Top